Selasa, 15 Maret 2011

Ukhuwah News: Gebrakan Baru HMJ Sistem Informasi

Ukhuwah News: Gebrakan Baru HMJ Sistem Informasi

Gebrakan Baru HMJ Sistem Informasi

          IAIN-Ukhuwah, Selasa (15/03) di salah satu sudut gedung kampus Fakultas Dakwah terlihat sekumpulan mahasiswa jurusan Sistem Informasi sedang berkumpul dan berdiskusi membahas rencana kerja yang akan dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sistem Informasi. Saat ini ketua HMJ Sistem Informasi Ahmad Fauzi mengatakan bahwa “mereka sedang merencanakan program kerja khususnya untuk mahasiswa jurusan Sistem Informasi yang bisa dikatakan belum begitu banyak memahami tentang dunia komputer dan perangkat – perangkatnya.” Untuk agenda kegiatan kedepannya mereka akan membentuk kelompok belajar untuk pendalaman komputer. Kelompok belajar tersebut akan dibagi berdasarkan minat perbidangnya masing – masing, seperti kelompok teknisi komputer, desain grafis dan programmer. Setiap mahasiswa Sistem Informasi akan di data berdasarkan kelompok minatnya masing – masing dan sebagai pembimbingnya itu sendiri, mereka memilih pembimbing dari luar kampus yang nantinya akan memberikan arahan pembelajaran bagi mahasiswa. Tetapi belum diketahui apakah dana untuk pembimbing nanti sudah disediakan oleh pihak fakultas atau menggunakan biaya kas dari HMJ tersendiri.
          Selain kendala dalam pendanaan, pertanyaan lain pun mulai timbul. Apakah kegiatan ini akan berada dalam naungan HMJ Sistem Informasi atau terpisah secara sendirinya???semua kendala ini masih dalam tahap diskusi untuk mencari solusi terbaiknya. Disisi lain divisi pendalaman komputer pada HMJ SI ikut memberikan sokongan pemikiran yaitu “sebagai langkah awal mereka akan membentuk group belajar bagaimana cara menginstall software.” Kegiatan ini insya allah akan segera dibentuk dalam minggu – minggu ini. Ungkap Gusti salah satu anggota divisi pendalaman komputer HMJ.
          Pihak HMJ SI juga mengakui kalau kerangka agenda kerja mereka memang diburu waktu karena mereka hanya diberi deadline waktu satu minggu oleh gubernur Fakultas Dakwah Abdul Aziz terhitung tanggal 11 Maret 2011 sampai dengan 18 Maret 2011. Jika agenda kegiatan ini berjalan sesuai rencana, maka kedepannya pihak HMJ juga berencana mengadakan workshop dan mudah – mudahan bisa terwujud.
          Semoga semua agenda kegiatan ini dapat berjalan sesuai dengan harapan dan HMJ Sistem Informasi dapat memberikan gebrakan terbaru untuk Jurusan yang baru di Fakultas Dakwah.

                                                                                                                          By. uwie, mutia, siti

Senin, 14 Maret 2011

Kebersihan sebagian dari Iman

          IAIN- Ukhuwah, Senin (14/03) tampak terlihat mahasiswa berjejeran menuju Masjid Darul Mutaqqin untuk melaksankan kewajibannya sebagai seorang Muslim. Kebersihan merupakan hal yang terpenting di dalam kehidupan seperti pepatah mengatakan kebersihan itu adalah sebagian dari Iman.
         Sebagai pengurus masjid yang tinggal disana, Asmulyadi dan Apriyadi, mahasiswa jurusan PAI ( Pendidikan Agama Islam) Fakultas Tarbiyah mengatakan “untuk saat sekarang ini masalah keluhan - keluhan di masjid sering terdengar. Salah satunya seperti kekurangan air pada saat mau sholat, biasanya air itu tidak hidup atau mati tetapi sekarang ini dengan berjalannya waktu dan berganti pula pengurus semua kendala – kendala tersebut dapat teratasi walaupun belum sesuai yang diharapkan.” Jelasnya.
        Terkadang ada juga mahasiswa yang selalu melanggar aturan di masjid pada saat mau berwudhu sandalnya tidak di lepas, pada saat selesai sholat mukena tidak diletakkan pada tempatnya atau tidak dilipat. Padahal di setiap sudut dinding masjid sudah dibuat papan tulisan atau pengumuman yang wajib untuk ditaati demi berlangsungnya kenyamanan bersama.
        Sebelumnya, kami pun menanyakan masalah tentang kebersihan yang berada disekitar lingkungan masjid seperti kebersihan yang ada di taman apakah menjadi tanggung jawab pengurus masjid atau bukan. Mereka menambahkan bahwa pengurus masjid tidak bertanggungjawab atas lingkungan luar sekitar masjid karena pihak rektorat IAIN Raden Fatah sudah memberikan tanggungjawab kebersihan itu kepada bagian cleaning service. Akan tetapi tidak ada salahnya jika sewaktu – waktu kami pun ikut membantu pekerjaan mereka, tutur salah satu pengurus masjid.

*Nova, Puji, Habibi

Jumat, 11 Maret 2011

BEASISWA vs MAHASISWA BARU



            IAIN-Ukhuwah, seperti tahun-tahun lalu, memasuki semester genap, mahasiswa IAIN Raden Fatah disibukkan dengan aktivitas mempersiapkan berbagai persyaratan untuk mengajukan beasiswa. Namun, bantuan dalam bentuk penghargaan kepada mahasiswa yang berprestasi ini hanya diperuntukkan bagi mahasiswa semester tiga ke atas, sedangkan mahasiswa baru belum bisa mendapatkannya meski Indeks Prestasi Komulatif (IPK) nya besar.
Ricky Ashawijaya, mahasiswa D3 Perbankan, Fakultas Syariah ketika dikonfirmasi Ukhuwah pada jumat (11/03) mengaku heran. “Saya juga heran, padahal bila ingin mengajukan beasiswa, IP saya memenuhi persyaratan tersebut. Namun sayang, beasiswa tersebut hanya diberlakukan bagi mahasiswa di atas semester dua, bukan untuk mahasiswa baru seperti kami, jadi kami merasa dideskriminasikan,” tuturnya menambahkan.
Karomah, Pembantu Dekan (PD 3) Fakultas Tarbiyah, menjelaskan bahwa semuanya sudah terlampir dalam persyaratan yang diberikan oleh Rektorat atau Si pemberi Beasiswa. Jelasnya sambil menunjukan lampiran-lampiran persyaratan tersebut.
Di dalam lampiran buku persyaratan tersebut dijelaskan bahwa persyaratan beasiswa yang dibagikan untuk mahasiswa yang berada di atas semester dua merupakan keputusan yang telah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat lagi.
Dan saat ditanya mengenai beasiswa untuk mahasiswa yang aktif dalam UKMK dia menyatakan bahwa itu merupakan tanggung jawab pihak Rektorat. UKMK yang mendapat beasiswa hanya ORMAWA dan itu pun hanya tiga orang.
                                                           
                                                                                                                      By : Iik & Mayank

FASILITAS BARU, KURANG MEMADAI



IAIN-Ukhuwah, Rabu (11/03) asrama mulai berbenah semenjak selesai dibangun hingga saat ini. Gedung yang mulai difungsikan pada tanggal 7 Maret lalu memang belum siap betul jika digunakan untuk aktifitas belajar mengajar mahasiswa Fakultas Tarbiyah. Terutama fasilitas yang dirasa belum begitu memadai.
“Ruang kelas yang saya tempati sekarang memang lebih nyaman dibandingkan ruang kelas yang kemarin, tetapi sayangnya fasilitas kelas tersebut belum memadai karena belum ada papan tulis yang menurut saya sangat penting dalam aktifitas belajar mengajar” tutur Sisma Rindai Ayu, mahasiswa Tarbiyah jurusan PGMI.
Darminiyanti, dosen bahasa Inggris fakultas Tarbiyah mengaku bahwa fasilitas belajar mengajar yang kurang memadai dapat menyulitkan mahasiswa dalam menerima materi pelajaran yang diberikan.
Selain itu, banyak mahasiswa yang mengeluh bahwa WC yang ada di gedung baru tarbiyah tersebut tidak dapat difungsikan karena tidak adanya air, dan lain-lain.

By : Dwi & Latifah



Kamis, 10 Maret 2011

MAPALA: Air bukan hal yang sepeleh


Air merupakan kebutuhan bagi seluruh makhluk hidup. Baik untuk mandi, makan, minum dan sebagainya. Dan bukan menjadi rahasia lagi, bahwa air sangat penting bagi kehidupan kita sehari-hari. Tentunya air bersihlah yang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan air yang tidak bersih (air kotor) merupakan  sesuatu yang tidak diinginkan bagi kehidupan kita karena dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.
Untuk mengatasi hal itu, Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) salah satu UKMK yang ada di IAIN Raden Fatah akan mengadakan seminar dalam rangka memperingati air bersih sedunia.
Ditemui di stand pendaftaran Kamis (10/3), M. Siddiq kurniawan salah satu panitia penyelenggara mengatakan bahwa stand pendaftaran seminar ini, dibuka mulai dari senin (07/03) sampai kamis (17/03). Sedangkan pelaksanaannya berlangsung pada Selasa (22/03) yang bertempat di gedung Auditorium IAIN Raden Fatah Palembang. Dia juga menambahkan seminar tersebut bisa diikuti peserta dengan membayar kontribusi sebesar Rp. 5.000,-. “Tujuan terselenggaranya acara ini selain sebagai memperingati hari air sedunia  tapi juga untuk menganggap air itu bukan hal yang sepeleh, yang hanya terdiri dari tiga huruf saja, melainkan untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan, khususnya air.” Jelasnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa acara ini terdiri dari dua kegiatan, yaitu pertama; seminar mengenai air dengan menghadirkan empat pembicara seperti Gubernur Sumatera Selatan (key not speaker) yang membahas mengenai kebijakan pembangunan daerah yang ramah lingkungan, kemudian Prof. DR. Romli SA, M.Ag yang membahas mengenai air dan ibadah, Direktur PDAM Tirta Musi Palembang mengenai kualitas air di Palembang dan terakhir Direktur Wahana Lingkungan Hijau (Walhi) Sum-Sel yang membahas kondisi lingkungan Sum-Sel sebagai tolak ukur kualitas air.
“Acara Kedua yaitu lomba menulis surat buat Gubernur yang bisa diikuti oleh pelajar/mahasiswa dengan melampirkan kartu pelajar. Dengan mengusung tema ‘Dengan Peringatan Hari Air dan Hari Bumi 2011, kita tingkatkan kepedulian terhadap kelestarian air dan bumi untuk kehidupan hari ini, esok, dan nanti.’ dan dikumpul paling lambat pada 19 Maret 2011” Ungkapnya menambahkan.
Acara ini terselenggara berkat dana dari rektorat, mengajukan proposal di perusahaan-perusahaan serta berkerja sama dengan provider XL.
Dari beberapa mahasiswa yang kami jumpai, masih banyak yang tidak mengetahui acara Mapala ini, Padahal dari pihak pelaksana telah berusaha untuk memberi tahu kepada mahasiswa dan masyarakat SUMSEL umumnya.
                                                                                    By. Cindy, Rizky, Sri, efri





Cerpen Secarik Kertas


Karya: “Khadijah Anwar”


“Della, maafkan aku. Aku harus mengakhiri hubungan ini. Mulai detik ini kamu harus melupakan aku. Melupakan semua mimpi yang telah kita impikan bersama. Biarkan masa lalu kita menjadi bagian terindah dalam memori ingatanku. Ini keputusanku. Dan kamu tak perlu mencariku.”
            Ini kesekian kalinya aku membaca kertas ini. Membaca secarik kertas yang mampu membuatku terpuruk. Secarik kertas yang mengubah hidup dan mimpiku. Secarik kertas yang telah siap menghancurkan masa depanku.
            Dalam sunyi ini pun, aku masih dalam diam dengan secarik kertas ini. Aku duduk di depan jendela kamarku. Bersama lantunan merdu suara hewan malam. Bersama desir angin yang dinginnya menusuk tulang.  Bersama segudang tanya yang masih belum terjawab. Begitu lama aku mencari dan menanti jawabnya. Tapi, tak jua aku temukan.
            Ku tatap langit tak berbintang. Rembulan hanya sendiri. Sendiri dengan keindahannya. Sendiri dengan pesonanya. Tanpa bintang, ia tetap indah. Tanpa bintang, ia tetap mem pesona. Meski tak sesempurna bersama bintang. Bagaimana dengan aku? Aku tak dapat seindah rembulan tanpa dia. Tanpa seseorang yang selama ini memberi cahaya dalam gelapku. Brama.
            Brama. Aku benci mnyebut nama itu. Aku benci mengingatnya. Namun, aku juga merindukannya. Merindukan semua hal darinya. Tapi, kebencian ini lebih menguasai seluruh hati dan pikiranku. Satu minggu lalu, dia pergi dan hanya meninggalkan secarik kertas ini. Meninggalkan bunga-bunga cinta yang tengah mekar. Meninggalkan sejuta cerita indah yang pernah terjalin. Meninggalkan berjuta mimpi yang telah terangkai. Dan meninggalkan segores luka yang begitu perih. Aku tak pernah tahu apa alasannya, karena sebelumnya semua baik-baik saja.
            Hati ini terluka. Hati ini tersakiti. Tapi, hati ini masih belum bisa terima semua ini. Hati ini masih menyimpan tanya yang harus terjawab. Hati ini masih membutuhkan jawaban.
            “Kenapa dia meninggalkanku? Apa salahku?”
            Selalu, selalu, dan selalu hanya tanya itu yang ada di tiap langkah ini. Bahkan di dalam mimpi pun tanya itu menghantui. Aku tak berdaya dibuatnya. Aku mulai letih mencari. Aku benar-benar mulai rapuh tanpanya. 
            Sekali lagi, aku membaca kertas di genggamanku. Lagi-lagi butiran bening itu tak mampu aku bending. Itu ungkapan hatiku kini. Tersakiti. Rasanya baru kemarin aku dan dia merajut cinta. Berjanji setia sehidup semati.
            “Aku janji, aku nggak akan pernah meninggalkanmu, apa pun yang terjadi. Kita akan menikah dan menghabiskan waktu bersama hingga ajal menjemput kita.”
            Itu janjinya. Ya, itu janji manisnya dan bodohnya aku mempercayainya. Sangat mempercayainya. Hingga membuatku bodoh, memberikan segalanya padanya. Kini, semua hanya tinggal janji. Hanya janji semata. Janji yang tak akan pernah terpenuhi.
            “Argh…” Teriak batinku yang benar-benar letih memikirkan semua ini. Pikiranku kacau. Aku tak dapat berpikir dengan jernih lagi. Dia telah meninggalkanku, itu kenyataannya sekarang. Dan aku belum bisa terima semua begitu saja. Aku mencintainya. Aku hanya ingin bersamanya. Aku tak mungkin hidup tanpanya. Dia telah memilikiku dan seluruh tubuhku.
            “Argh…” Suara rintihanku tertahan. Sebuah pisau tajam telah ku pilih untuk mengakhiri hidupku. Aku tak sanggup menanggung beban ini sendiri. Aku sudah benar-benar letih dengan semua rasa bersalah dan penyesalan ini.
            Andai dulu aku mendengarkan nasihat mama untuk tidak berhubungan dengannya. mungkin semua tak akan jadi begini. Mungkin aku tak harus mengakhiri hidupku dengan cara ini. Tapi ini pilihanku, sama seperti pilihannya untuk meninggalkanku.
            Aku lihat mama menangisi kepergianku, sambil memeluk tubuhku yang berlumuran darah  dengan erat. Ingin aku memeluk mama dan mendekapnya dengan erat. Menghapus air mata kesedihannya. Tapi, itu percuma. Mama tak bisa merasakan pelukanku saat ini. Karena dunia kami telah berbeda. “Maafkan aku, Ma.” Bisikku pelan.
Aku telah meninggalkan semua dengan cara yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya. Mungkin hanya dengan cara ini aku bisa menemukan jawabnya. “Brama, aku akan mencarimu di belahan bumi mana pun kau berada.
TAMAT
Palembang, 17 Februari 2011