Rabu, 30 Maret 2011

Ushuluddin Award, Bahas Metamorfosa IAIN Menjadi UIN

Gubernur meresmikan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam
Rektor, Gubernur, H. Halim, Kiagus Dencik dan Kailani (Dekan Ushuluddin) menerima Ushuluddin Award

Gubernur dan tamu Undangan menerima buku dibalik tirai kesungguhan UIN

   IAIN-Ukhuwah, mulai hari ini, Kamis (30/03) Fakultas Ushuluddin resmi berganti nama menjadi Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. Berubahnya nama Fakultas Ushuluddin tersebut langsung diresmikan oleh Gubernur Sumatera Selatan (SUMSEL), Alex Noerdin. Peresmian yang diselenggarakan di Gedung Academic Center ini juga dihadiri oleh seluruh birokrat IAIN Raden Fatah Palembang, PANGDAM II Sriwijaya, Kapolda SUMSEL.
            Dalam acara persemian tersebut, juga dibuka Konsentrasi Tasawuf Psikoterapi pada Jurusan Aqidah Filsafat. Kailani Mustofa, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam mengatakan bahwa alasan bergantinya nama dan pembukaan Konsentrasi Tasawuf Psikoterapi dikarenakan agar terbuka pemikiran kita dalam mengembangkan studi-studi yang baru.
            Dia juga menambahkan, kedepan Konsentrasi Tasawuf Psikoterapi ini akan menerima mahasiswa baru pada bulan Mei dan akan menampung sebanyak dua kelas yang berjumlah 80 mahasiswa. Mengenai tenaga pengajarnya, Kailani menambahkan sudah ada dosen IAIN yang berkompeten dalam konsentrasi tersebut.
            Dalam acara tersebut diselenggarakan juga penganugerahan Ushuluddin Award, yang mana ada tiga tokoh sumsel yang mendapatkannya. Antara lain yaitu Alex Noerdin, Kemas H. Abdul Halim Ali dan Kiagus Ahmad Nawawi Dencik Alhafidz. Hal tersebut dikarenakan ketiga tokoh sumsel tersebut memiliki peran dalam memajukan pendidikan Islam, antara lain yakni pertama; komitmen dan perhatian yang tinggi dalam terhadap dunia pendidikan Islam, seperti terus menerus melakukan pembinaan terhadap generasi muda Islam, dan pemberian beasiswa. Kedua; memberikan dukungan agar terwujudnya Universitas Islam Negeri (UIN). Ketiga; Mendidik dan mengajarkan hingga muncul qari’ dan qari’ah serta hadidz dan hafidzah yang telah dikirim hingga ke luar negeri.
            Selain itu, dalam acara itu juga dilangsungkan launching buku yang berjudul “Dibalik Tirai Kesungguhan Mewujudkan UIN Raden Fatah; Refleksi Gerak Nyata Gubernur, Rektor, dan Tokoh SUMSEL” yang ditulis oleh Riza Pahlevi, Afriantoni, dan Nazarmanto.
             Seusai acara-acara di atas, dilangsungkan juga kuliah umum dari Gubernur SUMSEL, Alex Noerdin yang membahas tema “Nilai Strategis SEA Games XXVI tahun 2011 bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Sumatera Selatan.” Kuliah umum tersebut disampaikan langsung oleh Alex Noerdin yang mengupas persiapan infrastruktur SEA Games XXVI tahun 2011 nanti, dan juga keuntungan-keuntungan yang didapat Provinsi Sumatera Selatan pasca SEA Games XXVI 2011.
            Dalam sambutannya, dia juga menyinggung masalah perubahan IAIN Raden Fatah menjadi UIN Raden Fatah. Dalam hal ini lahan seluas 35 hektar yang berada di Jakabaring akan menjadi tempat berdirinya UIN Raden Fatah Palembang yang berdampingan dengan Masjid Raya Sriwijaya dan Islamic Center.
            Dia juga menambahkan, pembangunannya dimulai tahun 2012 tepatnya usai berhasil melaksanakan SEA Games XXVI yang akan dilaksanakan pada 11 November 2011. “Setelah itu barulah kita fokus melaksanakan tiga pembangunan yaitu Masjid Raya Sriwijaya, Islamic Center, dan UIN Raden Fatah Palembang.” Jelasnya.
            Aflatun Muchtar, Rektor IAIN Raden Fatah Palembang juga mengatakan hal yang sama. Ketika dikonfirmasi sebelum acara, dia mengungkapkan bahwa start pembangunan UIN Raden Fatah pada tahun 2012.
            “Berkas untuk menjadi UIN sudah masuk ke dalam bluebook BAPPENAS dan telah mendapat persetujuan dari tokoh-tokoh sumsel yang ada di Jakarta, seperti Marzuki Ali ketua DPR RI, Mahyudin ketua komisi X DPR RI, Syofwatillah Mohzaib yang merupakan alumni IAIN Raden Fatah dan sekarang menjadi anggota DPR RI.” Tuturnya.
            Aflatun juga menambahkan bahwa dana pembangunan untuk menjadi UIN Raden Fatah ini didapat dari IDB sebesar $ 35 juta dan $ 6 juta dari pemerintah.
            Wenny, mahasiswi fakultas Tarbiyah berharap agar perubahan menjadi UIN ini benar-benar terjadi tidak seperti sebelum-sebelumnya yang hanya omongan doang.

                                                                                                                        By. Anas

Senin, 28 Maret 2011

Penelitian Sekaligus Refreshing



            IAIN-Ukhuwah, adanya mata kuliah Praktek Penelitian Pendidikan dalam silabus mahasiswa fakultas Tarbiah mewajibkan mahasiswa angkatan ’08 baik itu jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) maupun Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan beberapa jurusan lain untuk mengambil mata kuliah tersebut. Tujuannya agar terlatih dan fokus dalam melaksanakan penelitian seperti instrument penelitian, wawancara, dan dokumentasi, yang mana dari penelitian tersebut untuk mempersiapkan penysunan skripsi setelah melakukan penelitian. Biasanya, mahasiswa yang sudah mengambil mata kuliah ini langsung mengajukan proposal untuk bimbingan skripsi.
            Senin (28/03), sejumlah mahasiswa jurusan PAI dan PBA pergi melakukan penelitian di Pesantren Darul Muttaqin di Kecamatan Dempo, Pagaralam. Musli, ketua pelaksana kegiatan penelitian tersebut membenarkannya. Dia juga menambahkan sebanyak 65 mahasiswa yang ikut dalam kegiatan tersebut yang langsung didampingi oleh dosen pembimbing mata kuliah Praktek Penelitian Pendidikan, yaitu Munir M.Pd.I..
             Musli juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak dipaksa, bagi mahasiswa yang tidak bisa mengikutinya maka akan mendapatkan tugas dari dosen mata kuliah ini.
            “Manfaat dari kegiatan itu untuk memudahkan dalam penyusunan skripsi. Kegiatan ini diadakan selama lima hari di sana. Selain itu juga keberangkatan kami  sudah mendapatkan surat izin dari Dekan Fakultas Tarbiah dan orang tua mereka masing-masing.”. Tambah Musli.
            Mengenai biaya kegiatan ini, Musli menambahkan murni dari pribadi mahasiswa tidak ditanggung oleh Rektorat maupun pihak Fakultas, dalam kegiatan penelitian ini  harus mengeluarkan uang sebesar Rp 300.000,- / orang.
“Saya dan teman-teman pun sangat senang mengikuti penelitian ini selain dapat menambah wawasan kami juga bisa refreshing apalagi banyak teman-teman yang ikut bahkan hampir seluruhnya, untuk kelas PAI ‘08 ini sendiri. Meskipun ada sedikit kendala, namun itu bisa diatasi, dan kami tetap semangat.” Tambahnya.
Mengenai tempat menginap, Musli menuturkan sampai saat ini belum tahu karena belum ada konfirmasi kepada saya.
Menurut Munir, dosen pembimbing mata kuliah ini, selama melakukan kegiatan penelitian ini kami akan menginap di Pondok Pesantren Darul Muttaqin selama lima hari yaitu mulai dari hari senin sampai hari jumat.
“Harapan saya, semoga dengan diadakannya kegiatan penelitian ini semua mahasiswa dapat dengan mudah dalam menyusun skripsi sebagai tugas akhir dan sebagai syarat menjadi sarjana.” Pungkasnya.
By. Andika, Nova, winda, puji, Iwan

Sabtu, 26 Maret 2011

Entrepreneurship, Salah Satu Solusi Mahasiswa


            IAIN-Ukhuwah. Seiring dengan terpuruknya perekonomian Indonesia saat ini akibat hutang Luar Negeri yang membengkak, serta sang penghutang Amerika pun terkena krisis. Maka pemulihan ekonomi yang berbasis kerakyatan menjadi aktual. Dalam menghadapi semua problematika tersebut Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) datang dengan menggelar Seminar Entrepreneurship. Acara yang digelar Sabtu pagi (26/03) di Auditorium IAIN ini berjalan lancar dan khidmat. Seminar yang bertemakan “Menjadi Mahasiswa Entrepreneurship berbasis kampus”, yang merupakan salah satu pelatihan bagi para mahasiswa yang ingin menjadi seorang wirausahawan.
          Dihadiri oleh Romli, Pembantu Rektor (PR) III, dan Karomah, Pembantu Dekan (PD) III Fakultas Tarbiyah sebagai perwakilan dari birokrasi IAIN Raden Fatah. Tidak hanya itu, seminar ini juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Romi Herton, Syamsul Rizal, Zainal Berlian, serta H. Umar Husein yang kesemuanya sebagai pemateri dalam seminar ini. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 230 orang yang berasal tidak hanya dari mahasiswa IAIN saja, tapi juga perguruan tinggi yang ada di Palembang, seperti PGRI, Universitas Muhammadyah Palembang (UMP).
          M. Ramadhan, ketua pelaksana kegiatan seminar ini menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan program dari KPP (Keriwausahaan Perkembangan Potensi) yang bertujuan untuk membentuk jiwa seorang wirausaha pada diri mahasiswa yang berbasis kampus, sehingga mahasiswa setelah menyelesaikan studinya tidak hanya mengandalkan bekerja sebagai birokrasi, PNS, dan sebagainya. “Tetapi tidak hanya itu, dengan diadakan seminar ini mahasiswa bisa menjadi seorang wirausahawan dengan membuka usaha seperti bimbingan belajar yang secara tidak langsung membuka peluang kerja bagi para pengangguran yang lainnya.” Tambahnya.
          “Pada umumnya mahasiswa sekarang kebanyakan merasa malu untuk mencoba mencari peluang berwirausaha karena mereka beranggapan bahwa apa yang mereka lakukan hanya menjadi bahan tertawaan orang lain” jelasnya.
Pemuda yang akrab dipanggil Rama ini juga menjelaskan untuk melaksanakan kegiatan tersebut telah menelan dana sebesar Rp 5.000.000,-. “Selain itu kendala-kendala yang dihadapi dalam melaksanakan kegiatan ini lebih terfokus pada kendala teknis dan pesertanya, dimana beberapa hari sebelum kegiatan ini berlangsung panitia menyiapkan kursi sebanyak 250 kursi dengan peserta sebanyak 230 orang. Tapi pada saat kegiatan berlangsung banyak peserta, termasuk undangan juga tidak mendapatkan tempat duduk.” Ungkapnya.
Candra Wijaya (21), salah satu peserta dalam seminar ini mengatakan bahwa kegiatan seminar ini menjadi tolak ukur mahasiswa untuk mengubah paradigma mereka yang beranggapan bahwa setelah menyelesaikan studinya, mereka hanya bisa bekerja menjadi PNS dan sebagainya.
         “Padahal pada kenyataannya mereka mempunyai banyak peluang-peluang untuk membuka usaha selain menjadi seorang PNS.” Ungkap Candra yang juga mahasiswa fakultas hukum UMP.
Lain halnya dengan Sri Tia (21), Mahasiswi fakultas Tarbiyah semester VI mengungkapkan bahwa Entrepreunuership ini merupakan salah satu seminar yang menambah wawasan bagi para mahasiswa untuk bisa membuka usaha agar mereka bisa menjadi mandiri dengan tidak mengandalkan satu pekerjaan saja.


By : Dwi indarwati, I’ik, mayang, Erick

Jumat, 25 Maret 2011

Pemilihan Rektor, Banyak Mahasiswa Tidak Tahu

IAIN-Ukhuwah, Jumat (25/03) telah dilangsungkan pemilihan Rektor IAIN Raden Fatah yang baru. Pemilihan berlangsung di gedung pasca sarjana IAIN Raden Fatah Palembang, tepatnya di lantai tiga. Yang hadir dalam pemilihan tersebut hanyalah para anggota senat IAIN Raden Fatah Palembang, sedangkan mahasiswa tidak diperbolehkan masuk.
Abdul Karim, Gubernur Mahasiswa Fakultas Tarbiyah membenarkan hal tersebut. Jelasnya, berdasarkan peraturan Menteri Agama tahun 2006 pasal dua mengenai tata cara pemilihan rektor yaitu dipilih langsung oleh anggota senat.
Mengenai kandidat calon rektor, dia menambahkan bahwa berdasarkan peraturan Menteri Agama pasal satu syarat-syarat untuk menjadi calon rektor yaitu pertama; beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME. Kedua; minimal sudah mengenyam pendidikan sampai Strata 3 (S 3) atau sudah mendapat gelar doktor.
“Sampai saat ini, sepengatahuan saya kandidat calon rektor tersebut ada empat orang antara lain Musnur Heri, Cholidi, Ismail, dan Aflatun Muchtar. Meskipun berdasarkan peraturan menteri agama bahwa maksimal calon rektor itu hanya tiga orang.” Ungkap Abdul Karim.
Ketika ditanya mengenai geliat mahasiswa, Karim menerangkan bahwa hanya mahasiswa yang berjiwa aktivis yang tahu mengenai pemilihan rector ini.
Terbukti, seperti apa yang dikatakan oleh Sulaiman, mahasiswa semester dua Jurusan PAI fakultas Tarbiyah. Dia mengaku tidak tahu kalau pemilihan rektor hari ini.
Dia juga menambahkan, hal ini dapat terjadi dikarenakan kurangnya sosialisasi dari pihak panitia pemilihan rektor kepada mahasiswa. “Hal ini sangat disayangkan, karena menyebabkan mahasiswa tidak tahu dengan calon-calon rektor tersebut.” Jelasnya.
Zulfiah, mahasiswa semester empat jurusan PBA juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, sosialisasi dari panitia sangat kurang. “Apalagi untuk mahasiswa seperti kami ini yang hanya kuliah, jadi sosialisasi harus dari jauh-jauh hari agar kami bisa mengetahuinya dan bisa mengenal kandidat calon-calon rektornya.” Ungkapnya.
“Saya hanya berharap agar pemilihan rektor kedepan tidak seperti ini, yang sosialisasi terhadap mahasiswanya kurang.” Pungkasnya.
By. Anas

Rabu, 23 Maret 2011

Persaingan Memamans Mahasiswa Debat Calon Rektor IAIN R F Palembang

UKhuwah News. 23 / 11 IAIN Raden Fatah Palembang dalam waktu Sepekan ini akan disibukkan dengan pemilihan Rektor Baru Periode 2011 – 2015, dengan miliki empat kandidat calon Rektor IAIN R F Palembang. Proses Pemilihan ini BEM juga ikut Berpratisi pasi untuk menyelangarakan kegiatan di Hari ini dengan Tema KRITERIA REKTOR IAIN RADEN FATAH PALEMBANG Versi Mahasiswa, 2011 – 2015, dengan kegiatan diskusi bareng mahasiswa.

Pembicara diskusi , ismail, M. Pd, I. dengan pembahasan criteria Rektor , Versi Mahasiswa. Ismail selaku sebagai pemateri memberikan suatu wawasan bagi mahasiswa, kegiatan akan bisa merubah positif dari calon rector apa yang di inginkan mahasiswa, dari berbagai asfek , Segi Keamanan, Fasilitas Kampus, Serta Kampus Bersih Dari kata Koruptor.

Ketua Pelakasana Senat Pemilihan Rektor, Tarmuzi , ungkapanya untuk calon Rektor dengan memiliki syarat S, 3. Serta Usai 61 Tahun . Nama daftar calon . Empat orang ini akan di calonkan sebagai rector IAIN Raden Fatah , meraka akan di harapkan bisa mengubah segi prasarana Kampus IAIN R F, katanya.

Dari segi keamanan untuk pas hari Besar nya pemilihan Rektor akan di kerahkan aparat Kepolisian Sektor Kemuning Palembang Serta Satpam Kampus IAIN R F , dalam berapa minggu ini para calon Rektor akan menjelaskan apa Visi – Misi mereka untuk IAIN R F, akan tetapi saat pencapai Visi – Misi Rektor akan di lakukan dengan siding senat terbuka. Visi – Misi, calon Rektor , tahap ke dua akan di laksanakan tertutup, akan tetapi mahasiswa juga akan di libatkan siding tertutup ini, akan tetapi cukup hanya ketua UKMK, Kampus IAIN R F, Ungkapnya Tarmuzi Selaku ketua Pelaksana Senat Pemilihan Rektor.

Mahasiswa Jurusan PAI angkatan 08, Dia Berharap Semoga pemilihan rector tahun ini tidak ada kejadian yang di ingginkan, serta demokratis, serta mahasiswa, jangan sampai ada demo yang begitu berlebihan, akan tetapi bila terjadi suatu hal yang tidak di ingginkan dalam pemilihan rector secara tidak demokratis, maka mahasiswa, mungkin akan terjadi demo.

Yang pasti siapa yang terpilih menjadi rector pada masa periode 2011 – 2015, akan membuat IAIN menjadi lebih baik , serta visa- misi di jalankan apa yang di programkan oleh, calon rector tersebut, punkasnya Fuad .

(lpmukhuwah)

Selasa, 22 Maret 2011

MAPALA IAIN MENGINGATKAN PENTINGNYA AIR

IAIN-Ukhuwah, hari air sedunia yang jatuh pada Selasa (22/03) hari ini, diperingati oleh mapala iain raden fatah Palembang dengan menggelar seminar sehari yang bertema “Dengan hari air dan hari bumi sedunia tahun 2011; kita tingkatkan kepedulian terhadap kelestarian air dan bumi untuk kehidupan hari ini, esok, dan nanti”.
            Seminar yang dihadiri tidak hanya dari jajaran birokrasi IAIN Raden Fatah seperti Aflatun Muchtar, Rektor IAIN RF, Romli selaku Pembantu Rektor III, serta Karomah merupakan Pembatu Dekan III Fakultas Tarbiyah. Tapi juga dari luar IAIN seperti Ahyahuddin dari Dinas Pembantu Umum, Hadi Jatmiko dari Wahana Lingkungan Hijau (WALHI) dan Direktur PDAM Tirta Musi Palembang, Azhari. Serta tidak ketinggalan dari Badan Lingkungan Hidup Palembang.
            Tepat pukul 09.45 wib, seminar resmi dibuka oleh Aflatun Muchtar yang sebelumnya menyampaikan kata sambutan. Seminar yang bertempat di Gedung Auditorium IAIN Raden Fatah diikuti oleh 109 peserta yang datang dari sekolah-sekolah dan Perguruan Tinggi yang ada di kota Palembang. Bahkan Kepala MA Alfatah pun turut hadir dalam pembukaan seminar tersebut. Dengan kontribusi sebesar Rp. 5.000,- maka peserta bisa mengikuti seminar dan lomba menulis surat untuk gubernur dan mendapat fasilitas seminar kid, kudapan, dan sertifikat.
           Dalam sambutannya, Aflatun Muchtar berpesan kepada mahasiswa agar mencontoh filosofi air yang selalu mengalir meski ada batu besar yang mengahadang. Selain itu, dia juga berpesan kepada MAPALA agar dapat memberikan suatu konsep untuk dapat menciptakan lingkungan kampus yang indah, nyaman, asri, dan islami meski luas kampus hijau IAIN Raden Fatah Palembang hanya lima hektar.
            Agus Suharnita, ketua pelaksana kegiatan tersebut menerangkan kegiatan ini merupakan program kerja tahunan dari mapala IAIN Raden Fatah. Dia juga menambahkan bahwa kegiatan hari ini tidak hanya seminar, tapi juga pembacaan juara lomba menulis surat buat gubernur yang telah dimulai dari bulan Februari sampai berakhir pada 19 Maret Kemarin.
“Untuk hari ini juga, dibagikan hadiah buat para pemenang lomba. Hadiahnya seperti tropi dan uang pembinaan.” Jelasnya.
Mengenai dana, dara yang biasa dipanggil Nita ini mengaku telah menghabiskan dana sebesar Rp. 10 juta untuk melangsungkan kegiatan ini. Tidak hanya itu, mahasiswi semester empat ini juga menerangkan jika kegiatan ini didukung oleh beberapa sponsor antara lain, Radio ElJhon, PT Bukit Asam, Dinas Kehutanan, Pemrintah Provinsi Sumatera Selatan, Gramedia, Rumah Aqiqah, dan PDAM Tirta Musi Palembang.
Tahyudi, peserta yang berasal dari WIGWAM, Mapala Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri) menilai kegiatan ini sangat bagus, karena dengan kegiatan seperti ini dapat menyadarkan kita betapa pentingnya air. “Kebanyakan orang tidak tahu pentingnya kegunaan air, dengan kegiatan ini kita dapat mengingatkan kepada masyarakat mengenai fungsi air. Selain itu, agar mahasiswa dapat lebih menyayangi air dan bumi ini.” Tambahnya.
Mahasiswa yang baru menginjak semester dua ini berharap agar kegiatan seperti ini diadakan juga untuk masyarakat umum, jangan hanya di kalangan mahasiswa saja.
 
By. Anas

Surat “cinta” Buat Rektor Baru


IAIN-Ukhuwah, Menjelang  akhir  kepemimpinan  Aflatun Muchtar sebagai rektor IAIN Raden Fatah Palembang, mahasiswa mendirikan Mimbar Bebas Mahasiswa yang menyediakan kotak surat cinta buat rektor baru, surat-surat cinta tersebut digunakan sebagai penampung aspirasi, kritik, saran buat rektor lama dan calon rektor baru yang akan dibacakan pada 25 Mei 2011 pada saat pemilihan rektor baru. Seperti yang di sampaikan oleh Candra anggota BEMI bidang Kementrian Sosial Politik (KEMENSOSPOL) sekaligus sebagai cordinator aksi. ”Dengan adanya mimbar ini kami mengharapkan agar aspirasi mahasiswa bisa ditampung guna tercapainya IAIN menjadi lebih baik” Ungkapnya.
Adapun kriteria rektor yang diinginkan oleh mahasiswa yaitu, pertama; tidak pernah terlibat kasus hokum (bersih). Kedua; visioner. Ketiga; konsisten dan komitmen terhadap perbaikan kampus seperti reformasi birokrasi, transaparansi anggaran, dan pembangunan fasilitas kampus yang baik. Keempat; memberikan kebebasan mahasiswa dalam berkarya. Dan kelima; memberikan evaluasi kinerja rektorat secara unsur mahasiswa.
Selama kepemimpinan Aflatun Muchtar, Chandra mengaku belum puas karena fasilitas yang ada kurang lengkap seperti kursi, ruangan, papan tulis. “Dengan adanya mimbar ini diharapkan transparansi dalam pemilihan rector baru dan tidak adanya politik ‘dagang sapi’. Jika tidak sesuai dengan keinginan mahasiswa maka mereka akan mengadakan aksi.” Tegas Chandra.
Sampai saat ini informasi yang kami dapat untuk yang mencalonkan sebagai rektor yaitu, Aflatun Muhctar, Cholidi, Ismail.
Madi, mahasiswa Jurusan PAI menilai kegiatan ini tidak efektif karena bisa mengganggu aktivitas mahasiswa. “Aksi yang dilakukan oleh mahasiswa kurang efektif bahkan sangat kurang efektif, seharusnya aspirasi mahasiswa tersebut ditampung oleh BEMI sesuai dengan prosedur karena mimbar ini dinilai membuat rusuh dan mengganggu aktivitas kampus, seharusnya permasalahan ini dikonsultasikan dengan BEMI kemudian Presiden Mahasiswa yang menyampaikan langsung kepada pihak rektorat.” Tegasnya.
“Dan mengenai pemilihan rektor saya yakin panitia sudah cukup selektif, kemudian saya mendukung kembali Aflatun Muchtar mencalonkan diri kembali untuk menjadi rektor IAIN, karena menurut saya sudah banyak kemajuan oleh beliau, dan teruskan program lamanya, dan harapan terahir saya dan siapapun rector yang terpilih jalankan amanat sama dengan peraturan yang berlaku” tambah Madi.
“Aksi yang dilakukan oleh mahasiswa sudah cukup bagus jika aksi tersebut masih sesuai koridor.” Ungkap Jaman, Dosen Fakultas Tarbiyah.
Lanjut Jaman menambahkan, bahwa aksi dimanapun bagus hanya harus diseimbangkan dengan rasional. “Saya pikir para aktivis bisa mengerti itu karena mereka semua calon pemimpin, pemimpin untuk saat ini sudah berupaya dan kita jangan menilai dari ketidak suksesannya namun coba kita sedikit melihat kesuksesannya karena sebagai manusia biasa pasti ada kekurangannya, karena kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.” Tambahnya.
“Selain itu siapa saja yang terpilih sebagai Rektor IAIN diharapkan dapat memimpin dengan baik bukan saja di IAIN namun juga menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan, dan saya meminta kepada mahasiswa untuk memdoakan agar rektor yang terpilih bisa mengemban amanah dengan baik” Pungkasnya.

 ( Latif. Winda, Puji, Nova, Iwan )